Pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana caranya para ilmuwan mengamati
jasad renik? Para peneliti biasanya menggunakan mikroskop untuk
melihat-benda-benda kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata
telanjang. Mikroskop terdiri atas dua buah lensa cembung yang berfungsi
untuk memperbesar bayangan benda. Lensa ini dinamakan lensa objektif dan
lensa okuler. Lensa objektif adalah lensa yang diletakkan dekat dengan
objek yang akan diamati, sedangkan lensa okuler adalah lensa yang
diletakkan dekat mata. Jarak fokus lensa objektif lebih kecil dari jarak
fokus lensa okuler (fob < fok).
Benda yang diamati diletakkan di depan lensa objektif di antara Fob dan
2Fob. Bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif bersifat nyata,
terbalik dan diperbesar. Bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif akan
menjadi benda bagi lensa okuler.
Bila diamati dengan mata berakomodasi, maka benda (bayangan dari lensa
objektif) diletakkan di antara titik pusat lensa okuler (Ook) dan titik
fokus okuler (Fok). Sedangkan jika diamati dengan mata tanpa
berakomodasi, maka benda (bayangan dari lensa objektif) diletakkan di
titik fokus lensa okuler (Fok).
Lebih jelasnya perhatikan Gambar (a) dan Gambar (b) di bawah ini.
Bayangan yang dibentuk oleh lensa okuler bersifat maya, tegak, dan
diperbesar. Bayangan akhir yang dibentuk adalah maya, terbalik dan
diperbesar. Bayangan ini dapat dilihat mata pengamat. Bayangan ini telah
mengalami perbesaran beberapa kali lipat sehingga benda yang sangat
kecil akan tampak besar.
No comments:
Post a Comment