Wednesday, 3 December 2014

PENGERTIAN SURAT ELEKTRONIK

Surat elektronik (akronim: ratelratronsurel, atau surat-e) atau pos elektronik (akronim:pos-el.) atau imel (bahasa Inggrisemail) adalah sarana kirim mengirim surat melalui jalurjaringan komputer (misalnya Internet).
Dengan surat biasa umumnya pengirim perlu membayar per pengiriman (dengan membeliperangko), tetapi surat elektronik umumnya biaya yang dikeluarkan adalah biaya untuk membayar sambungan Internet. Tapi ada perkecualian misalnya surat elektronik ke telepon genggam, kadang pembayarannya ditagih per pengiriman
.

SEJARAH SURAT ELEKTRONIK

Surat elektronik sudah mulai dipakai pada tahun 1960-an. Pada saat itu Internet belum terbentuk, yang ada hanyalah kumpulan 'mainframe' yang terbentuk sebagaijaringan. Mulai tahun 1980-an, surat elektronik sudah bisa dinikmati oleh khalayak umum. Sekarang ini banyak perusahaan pos di berbagai negara menurun penghasilannya disebabkan masyarakat sudah tidak memakai jasa pos lagi.
Anatomi Ratel, sebagai contoh:
USERNAME@EXAMPLE.COM
Keterangan:
  • emailsaya: nama kotak surat (mailbox) atau nama pengguna (username) yang ingin dituju dalam mailserver
  • surabaya.vibriel.net.id: nama mailserver tempat pengguna yang dituju, rinciannya:
    • surabayasubdomain (milik pemegang nama domain), biasanya merujuk ke suatu komputer dalam lingkungan pemilik domain
    • vibriel: nama domain, biasanya menunjukkan nama perusahaan/organisasi/perorangan (Vibriel)
    • netsecond level domain, menunjukkan bahwa domain ini termasuk kategori networking (net)
    • idtop level domain, menunjukkan bahwa domain ini terdaftar di otoritas domain Indonesia (id)

SEJARAH SURAT ELEKTRONIK

Surat elektronik sudah mulai dipakai pada tahun 1960-an. Pada saat itu Internet belum terbentuk, yang ada hanyalah kumpulan 'mainframe' yang terbentuk sebagaijaringan. Mulai tahun 1980-an, surat elektronik sudah bisa dinikmati oleh khalayak umum. Sekarang ini banyak perusahaan pos di berbagai negara menurun penghasilannya disebabkan masyarakat sudah tidak memakai jasa pos lagi.
Anatomi Ratel, sebagai contoh:
USERNAME@EXAMPLE.COM
Keterangan:
  • emailsaya: nama kotak surat (mailbox) atau nama pengguna (username) yang ingin dituju dalam mailserver
  • surabaya.vibriel.net.id: nama mailserver tempat pengguna yang dituju, rinciannya:
    • surabayasubdomain (milik pemegang nama domain), biasanya merujuk ke suatu komputer dalam lingkungan pemilik domain
    • vibriel: nama domain, biasanya menunjukkan nama perusahaan/organisasi/perorangan (Vibriel)
    • netsecond level domain, menunjukkan bahwa domain ini termasuk kategori networking (net)
    • idtop level domain, menunjukkan bahwa domain ini terdaftar di otoritas domain Indonesia (id)

PENGERTIAN SURAT ELEKTRONIK

Surat elektronik (akronim: ratelratronsurel, atau surat-e) atau pos elektronik (akronim:pos-el.) atau imel (bahasa Inggrisemail) adalah sarana kirim mengirim surat melalui jalurjaringan komputer (misalnya Internet).
Dengan surat biasa umumnya pengirim perlu membayar per pengiriman (dengan membeliperangko), tetapi surat elektronik umumnya biaya yang dikeluarkan adalah biaya untuk membayar sambungan Internet. Tapi ada perkecualian misalnya surat elektronik ke telepon genggam, kadang pembayarannya ditagih per pengiriman
.

NODUS RANVIER

Nodus ranvier adalah celah kecil yang terbentuk diantara selubung mielin yang membungkus dan melindungi akson. Akson tidak terbungkus pada celah ini, yang memungkinkan untuk menghasilkan aktivitas listrik. Fungsi dari nodus ranvier adalah untuk memungkinkan nutrisi serta zat buangan untuk masuk dan keluar dari neuron (sel saraf).
1. Sejarah Penemuan Nodus Ranvier
Louis-Antoine Ranvier menemukan nodus atau kesenjangan yang berada di dalam selubung mielin pada tahun 1878 setelah menjadi asisten dari Claude Bernard pada tahun 1867. Penemuan nodus ini kemudian ia namakan nodus ranvier. Penemuan ini menyebabkan Ranvier melakukan pemeriksaan histologis terhadap selubung mielin dan sel schwann.

2. Struktur Nodus Ranvier
Selubung mielin membungkus akson, namun tidak seluruh bagian akson dibungkus olehnya. Bagian yang tidak terbungkus inilah yang disebut nodus ranvier. Panjang nodus ranvier hanya sekitar 1 sampai 2 milimeter. Terdapat natrium, kalium, ATP, dan kalsium yang memungkinkan untuk menghasilkan potensial aksi. Nodus ranvier terletak di antara kedua selubung mielin. Adanya nodus ranvier menyebabkan rendahnya kapasitas isolator listrik dan meningkatkan suatu resistensi tinggi, namun dapat mengganggu isolasi pada selubung mielin sehinga memungkinkan impuls untuk melompat-lompat. Impuls yang melompat-lompat ini membuat pengiriman impuls sepanjang akson menjadi lebih cepat.
3. Fungsi Nodus Ranvier
Potensial aksi adalah lonjakan debit ion positif dan negatif yang bergerak sepanjang membran sel. Penciptaan dan konduksi potensial aksi merupakan sarana dasar komunikasi dalam sistem saraf. Potensial aksi melakukan perjalanan dari satu lokasi di dalam sel yang lain, tetapi aliran ion melintasi membran sel hanya terjadi pada nodus ranvier. Akibatnya, sinyal potensial aksi melompat sepanjang akson dari nodus ke nodus. Ini jauh lebih cepat daripada hanya menyebar seperti di akson yang tidak memiliki selubung mielin.

JENIS-JENIS PETA

Peta dapat digolongkan berdasarkan bentuknya yaitu:
  1. Peta timbul, peta jenis ini menggambarkan bentuk  permukaan bumi yang sebenarnya, misalnya peta relief.
  2. Peta datar (peta biasa), peta umumnya yang dibuat pada bidang datar, misalnya kertas, kain atau kanvas.
  3. Peta digital, peta digital adalah peta yang datanya terdapat pada suatu pita magnetik atau disket, sedangkan pengolahan dan penyajian datanya menggunakan komputer. Peta digital dapat ditayangkan melalui monitor komputer atau layar televisi. Peta digital ini hadir seiring perkembangan teknologi komputer dan perlatan digital lainnya.


Penyajian gambaran permukaan bumi pada suatu peta datar dapat digolongkan dalam dua jenis bayangan grafis yaitu:
  1. Peta Garis, bayangan permukaan bumi pada peta terdiri atas garis, titik, dan area yang dilengkapi teks dan simbol sebagai tambahan informasi.
  2. Peta Citra/Foto, bayangan permukaan bumi disajikan dalam bentuk citra/foto yang merupakan informasi berasal dari sensor.
 


Data dan informasi yang disajikan pada suatu peta tergantung maksud dan tujuan pembuatannya, sehingga peta dapat dibedakan atas:
  1. Peta Topografi, peta yang menyajikan berbagai jenis informasi unsur-unsur alam dan buatan permukaan bumi dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan pekerjaan. Peta topografi dikenal juga sebagai peta dasar, karena dapat digunakan untuk pembuatan peta-peta lainnya..
       Contoh peta yang digolongkan sebagai peta topografi:
  • Peta planimetrik, peta yang menyajikan beberapa jenis unsur permukaan bumi tanpa penyajian informasi ketinggian.
  • Peta kadaster/pendaftaran tanah, peta yang menyajikan data mengenai kepemilikan tanah, ukuran, dan bentuk lahan serta beberapa informasi lainnya.
  • Peta bathimetrik, peta yang menyajikan informasi kedalaman dan bentuk dasar laut.


2. Peta Tematik, peta yang menyajikan unsur/tema tertentu permukaan bumi sesuai dengan keperluan penggunaan peta tersebut. Data tematik yang disajikan dapat dalam bentuk kualitatif dan kuantitatif.
Contoh peta yang digolongkan sebagai peta tematik:
  • Peta diagram, pada peta ini subyek tematik yang berelasi disajikan dalam bentuk diagram yang proporsional.
  • Peta distribusi, pada peta ini menggunakan simbol titik untuk menyajikan suatu informasi yang spesifik dan memiliki kuantitas yang pasti.
  • Peta isoline, pada peta ini menyajikan harga numerik untuk distribusi yang kontinu dalam bentuk garis yang terhubung pada suatu nilai yang sama.
  
Jenis peta berdasarkan skalanya
  1. Peta kadaster, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 100 sampai dengan 1 : 5.000. Contoh: Peta hak milik tanah.
  2. Peta skala besar, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 5.000 sampai dengan 1: 250.000. Contoh: Peta topografi
  3. Peta skala sedang, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 250.000 sampai dengan 1 : 500.000. Contoh: Peta kabupaten per provinsi.
  4. Peta skala kecil, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 500.000 sampai dengan 1 : 1.000.000. Contoh: Peta Provinsi di Indonesia.
  5. Peta geografi, yaitu peta yang memiliki skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000. Contoh: Peta Indonesia dan peta dunia.
Berdasarkan sumber datanya, peta dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
  1. Peta Induk (Basic Map). Peta induk yaitu peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan. Peta induk ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta topografi, sehingga dapat dikatakan pula sebagai peta dasar (basic map). Peta dasar inilah yang dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan peta-peta lainnya.
  2. Peta Turunan (Derived Map). Peta turunan yaitu peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan. Peta turunan ini tidak bisa digunakan sebagai peta dasar.

Jenis Peta Berdasarkan Keadaan Objek
  1. Peta dinamik, yaitu peta yang menggambarkan labil atau meningkat. Misalnya peta transmigrasi atau urbanisasi, peta aliran sungai, peta perluasan tambang, dan sebagainya.
  2. Peta stasioner, yaitu peta yang menggambarkan keadaan stabil atau tetap. Misalnya, peta tanah, peta wilayah, peta geologi, dan sebagainya.

Jenis Peta Statistik
  1. Peta statistik distribusi kualitatif, adalah peta yang menggambarkan kevariasian jenis data, tanpa memperhitungkan jumlahnya, contohnya: peta tanah, peta budaya, peta agama, dan sebagainya.
  2. Peta statistik distribusi kuantitatif, adalah peta yang menggambarkan jumlah data, yang biasanya berdasarkan perhitungan persentase atau pun frekuensi. Misalnya, peta penduduk, peta curah hujan, peta pendidikan, dan sebagainya.

Berdasarkan fungsi atau kepentingannya, peta dapat dibedakan menjadi:
  1. Peta geografi dan topografi;
  2. Peta geologik, hidrologi, dan hidrografi;
  3. Peta lalu lintas dan komunikasi;
  4. Peta yang berhubungan dengan kebudayaan dan sejarah, misalnya: peta bahasa, peta ras;
  5. Peta lokasi dan persebaran hewan dan tumbuhan;
  6. Peta cuaca dan iklim;
  7. Peta ekonomi dan statistik.

UNSUR-UNSUR PETA

Unsur-Unsur Peta
1) Judul Peta : Adalah keterangan tentang daerah yang digambarkan dan biasanya dicantumkan diatas gambar peta.
2) Petunjuk Arah : Adalah gambar mata angin yang penggambarannya cukup dengan huruf U (arah utara) yang terletak dibagian kosong (pinggir peta) agar tidak mengganggu inti peta yang ingin di informasikan.
3) Skala : Adalah ukuran perbandingan antara keaadaan yang ada pada peta dengan keadaan aslinya.
4) Tahun Pembuatan : Menggambarkan keadaan lapangan baik asli ataupun buatan.
5) Legenda : Penjelasan penting mengenai simbol-simbol yang digunakan pada peta. 
6) Garis Astronomis : Garis yang digunakan untuk menentukan lokasi suatu tempat.
7) Simbol : Tanda-tanda konvensional yang digunakan untuk mewakili keadaan sesungguhnya.
8) Lettering : Semua tulisan yang digunakan untuk mempertegas arti simbol-simbol yang ada.
9) Inset : Peta kecil yang berada pada peta besar.
10) Garis Tepi : Membantu pembuatan peta agar berada tepat di tengah-tengahnya.
11) Tata Warna : Setiap warna yang ada pada peta mempunyai penjelasan-penjelasa keadaan tempat yang digambarkan.